Pages

Cari Blog Ini

Minggu, 06 November 2011

Dilema National Caracter Building


Pendidikan dan kebangkitan nasional adalah satu kesatuan yang utuh, dimana suatu bangsa tidak akan bisa bangkit kesadaran nasionalnya dan kesadaran berbangsanya jika tidak ditopang dengan pendidikan yang memadai. Karena pada dasarnya lahirnya kebangkitan nasional disuarakan oleh orang-orang yang terdidik.
Pendidikan karakter atau National caracter building merupakan salah satu hal penting bagi dunia pendidikan nasional saat ini. Caracter building tidak hanya untuk membangun karakter pribadi berbasis kemuliaan semata, tetapi secara bersamaan juga bertujuan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa, yang bertumpu pada kecintaan tehadap bangsa dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara. Dan juga pendidikan yang mampu memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai suatu bangsa.
Namun apakah national caracter building tersebut bisa diimplementasikan secara optimal, jika pada kenyataannya banyak anak yang putus sekolah. Bagaimana generasi kita bisa berpendidikan karakter jika cikal bakal dari generasi tersebut bayak yang putus sekolah. Sebagai contoh, tercatat sekitar 1.000 anak di Provinsi Kaltim putus sekolah setiap tahunnya. Penyebab utamanya karena kesulitan ekonomi baik yang tidak punya dana untuk membeli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah. Dan jumlah anak yang tidak sekolah di seluruh Kaltim saat ini tercatat sekitar 15.000 orang.
Dan masalah lain yang juga menghambat terbentuknya pendidikan karakter ini adalah banyaknya gedung-gedung sekolah yang dalam keadaan rusak berat. Karena pada kenyataannya saat ini masih banyak gedung sekolah yang mengalami kerusakan cukup berat, dan harus segera direnovasi. Di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur misalnya, terdapat 250 gedung Sekolah Dasar (SD) yang mengalami rusak berat yang hingga saat ini tidak tersentuh renovasi.
Lalu kemana sajakah aliran dana yang diberikan pemerintah Rp 220 triliun setiap tahun untuk anggaran pendidikan tersebut. Seharusnya dengan dana sebesar itu seluruh anak didik sudah bisa sekolah dengan baik dan nyaman.
Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah terlebih dahulu menyikapi persoalan-persoalan yang menghamabat efektifitas dari keberhasilan national caracter building tersebut. Tentu hal tersebut jika diutamakan akan semakin menunjang keberhasilan untuk mencetak generasi berpendidikan karakter. Karena sarana dan prasarana yang mendukung efektifitas caracter bulding tersebut sudah terpenuhi.
Dan bangsa pun akan bangkit dengan sendirinya seiring dengan bangkitnya generasi yang berpendidikan karakter, generasi yang berkarakter orisinil, yakni generasi yang tangguh, cerdas, cinta tanah air sekaligus santun dan penuh kasih sayang. Dan juga generasi yang mempunyai jati diri, identitas dan karakter sebagai suatu bangsa.

Kamis, 03 November 2011

Galakkan Reboisasi Hutan


Kerusakan hutan yang terjadi di berbagai negara di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penebangan liar atau illegal logging, pengalihan fungsi lahan dan eksploitasi hutan yang berlebihan, masih marak dilakukan diberbagai belahan dunia.
Di Indonesia sendiri, laju kerusakan hutan mencapai 2,8 juta hektar per tahun dari total luas hutan yaitu seluas 120 juta hektar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Dari total luas hutan tersebut, sekitar 57 sampai 60 juta hektar sudah mengalami degradasi dan kerusakan. Sehingga sekarang ini Indonesia hanya memiliki hutan yang dalam keadaan baik kira-kira seluas 50% dari total luas yang ada. Kondisi semacam ini apabila tidak disikapi dengan arif dan segera dilakukan upaya-upaya penyelamatan oleh pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia maka dikhawatirkan hutan Indonesia akan semakin habis.
Padahal jika kita cermati, dampak penebangan hutan baik hutan darat maupun hutan mangrove secara berlebihan tidak hanya mengakibatkan berkurangnnya daerah resapan air, abrasi, dan bencana alam seperti erosi dan banjir tetapi juga mengakibatkan hilangnya pusat sirkulasi dan pembentukan gas karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya.
Selain mengakibatkan hilangnya pusat sirkulasi dan pembentukan gas kabon dioksida dan oksigen, penebangan hutan secara berlebihan juga dapat mengakibatkan pemanasan global atau global warming. global warming yaitu proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Dan kenapa global warming harus dicegah? karena akan berpengaruh  terhadap meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrim. Tidak hanya itu pemanasan global juga  bisa menyebakan kerusakan hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.
Oleh karena itu, pemerintah harus terus menggalakkan reboisasi hutan, baik hutan darat maupun hutan mangrove dengan slogan one men one tree. Reboisasi adalah penanaman pohon dalam kawasan hutan yang rusak atau gundul dan juga penanaman pohon di luar kawasan hutan. Reboisasi atau penghijauan memperluas tajuk pohon sehingga intersepsi hujan dan evapotranspirasi bertambah sehingga reboisasi menambah laju peresapan air ke dalam tanah dan mengurangi volume air yang mengalir di atas permukaan tanah. Dengan demikian, walaupun jumlah air per tahunnya berkurang, bahaya banjir dalam musim hujan dapat berkurang dan bahaya kekurangan air dalam musim kemarau berkurang pula serta laju erosi pun juga turun.
Usaha reboisasi hutan tidak luput harus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Untuk itu pemerintah harus meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Salah satu caranya adalah  dengan membuka kegiatan wisata alam atau ecotourism sehingga masyarakat dapat melihat, menikmati dan berinteraksi dengan lingkungan secara langsung dan dapat melihat secara langsung manfaat dari melestarikan alam.

Rabu, 02 November 2011

Jangan Menjadi Bangsa Sirkus


Pendidikan karakter merupakan salah satu hal penting bagi dunia pendidikan nasional saat ini. Pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak karena karakter yang dibangun bukan hanya sekedar karakter berbasis kemuliaan diri semata, tetapi secara bersamaan dibangun karakter yang mampu menumbuhkan kepekaan intelektual sebagai modal untuk membangun kreatifitas dan daya inovasi.
Karena kita tahu saat ini tantangan internal maupun global yang malang melintang, mengharuskan kita semua untuk memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai suatu bangsa. Untuk menghadapi hal tersebut diperlukan beberapa upaya, yakni percanangan pendidiakan berbasis pendidikan karakter dan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Oleh sebab itu kita harus selalu menjaga karakter dan jati diri sebagai suatu bangsa dengan tetap menghidupkan identitas diri sendiri. Dan janganlah menjadi suatu bangsa yang seperti sirkus. karena dalam dunia sirkus, pelaku-pelakunya telah mengalami kehilangan karakter orisinilnya (genuine character). Harimau yang mestinya galak, menjadi jinak. Demikian juga hewan yang lain, sehingga menjadi suatu yang aneh dan lucu. Itulah dunia sirkus, dunia yang penuh dengan keanehan dan kelucuan, dan semakin aneh akan membuat seseorang semakin terkagum.
Dalam dunia rill hal tersebut sangat bertentangan, kita harus mampu membangun dan menumbuhkan karakter orisinil kita. Karakter-karakter seperti pejuang, tangguh, cerdas, cinta tanah air sekaligus santun dan penuh kasih sayang harus selalu kita hidupkan. Pendidikan saat ini secara imperatil harus mampu membangun kembali karakter orisinil tersebut. Karena jika tidak, dikhawatir akan menjadi bangsa lelucon bila tidak mampu membangun karakter orisinil diri sendiri.
  Dalam arti luas, lembaga pendidikan (sekolah) mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi, dalam pembentukan karakter, semua lembaga pendidikan tersebut harus melakukan secara bersamaan, dan keteladan seorang guru juga sangat berperan penting dalam upaya membangun karakter.

Selasa, 01 November 2011

Membangun Industri Kreatif dengan Menghidupkan pasar Seni


Pada saat ini memang industri kreatif sangat diperlukan. Apalagi industri kreatif merupakan industri dengan sumber yang terbarukan karena berfokus pada penciptaan daya kreasi. Berbeda dengan industri pada sektor tambang dan migas yang semakin lama akan semakin habis. Industri kreatif tidak akan habis karena industri kreatif menggunakan inovasi kreatifitas sebagai unsur utamanya. Jadi selama kreasi intelektual masih ada maka industri kreatif akan semakin berkembang.
Namun ada beberapa masalah yang dapat menghambat dalam mengembangkan industri kreatif tersebut. Masalah pertama yang harus dihadapai adalah lemahnya kreatifitas anak bangsa. Pemerintah harus mampu membentuk generasi yang kreatif, cerdas dan mandiri. Karena industri kreatif merupakan Industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Jadi peran pemerintah dalam membentuk generasi yang memiliki kreasi intelektual dan mandiri melalui memberikan pendidikan yang memadai sangat diperlukan.
Dan masalah lain yang juga menghambat berkembangnya industri kreatif adalah globalisasi ekonomi. Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak sangat ketatnya persaingan dan cepatnya terjadi perubahan lingkungan usaha. Produk-produk hasil manufaktur di dalam negeri saat ini begitu keluar langsung berkompetisi dengan produk luar.
Dunia usaha pun harus menerima kenyataan bahwa pesatnya perkembangan teknologi telah mengakibatkan cepat usangnya fasilitas produksi, semakin singkatnya masa edar produk, serta semakin rendahnya margin keuntungan. Dalam melaksanakan proses pembangunan industri, keadaan tersebut merupakan paradigma lain yang harus dihadapi oleh negara dalam melaksanakan proses industrialisasi negaranya.
Oleh karena itu untuk menunjang terbentuknya industri kreatif diperlukan adanaya usaha dukungan dari pemerintah. Salah satunya adalah dengan menghidupkan pasar-pasar seni sebagai ajang untuk mengekspresikan kreatifitas anak bangsa. Dengan di hidupkannya pasar-pasar seni diharapkan mampu untuk mengurangi dampak dari pasar bebas. Karena di pasar senilah industri kreatifitas anak bangsa mendapatkan tempat untuk mengekspresikan kreatifitasan mereka. Sehingga secara bertahap diharapkan industri kreatif anak bangsa diharapkan mampu menebus pasar internasional dan mendunia.