Pages

Cari Blog Ini

Minggu, 30 Oktober 2011

Seabad Tanpa Revolusi


Lebih dari seabad lalu, tepatnya 20 Mei 1908, berdiri organisasi bernama Boedi Oetomo. Dan kemudian dijadikan hari Kebangkitan Nasional, karena pada tanggal itu merupakan tonggak kesadaran bersama untuk menentang kekuasaan penjajahan Belanda. Boedi Oetomo didirikan oleh intelektual muda yang peduli dengan nasib bangsa. Pendirian organisasi ini dilatarbelakangai dengan keprihatinan terhadap kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan masyarakat.
Sudah 103 tahun hari Kebangkitan Nasional telewati, dan masih sangat relevan untuk dibahas. Karena perjuangan yang dilaukan oleh para pemuda yang berpendidikan tersebut berujung pada kemerdekaan Indonesia pada 1945. Tapi setelah puluhan tahun merdeka, ternyata kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan masih ada sampai saat ini.
Kebodoahan masih saja menghanatui negeri ini. Masih banyak anak-anak yang tidak sekolah karena himpitan ekonomi yang semakin mencekik dan membuatnya harus putus sekolah. Sebagai contoh, tercatat sekitar 1.000 anak di Provinsi Kaltim putus sekolah setiap tahunnya. Penyebab utamanya karena kesulitan ekonomi baik yang tidak punya dana untuk membeli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah. Dan jumlah anak yang tidak sekolah di seluruh Kaltim saat ini tercatat sekitar 15.000 orang. Dan di daerah lain juga masih banyak anak yang putus sekolah.
Dan gedung-gedung sekolah pun saat ini masih banyak yang dalam keadaan rusak berat. Dan banyak gedung sekolah yang tidak layak pakai dan harus segera direnovasi. Di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur misalnya, terdapat 250 gedung Sekolah Dasar (SD) yang mengalami rusak berat yang hingga saat ini tidak tersentuh renovasi.
Lalu kemana sajakah aliran dana yang diberikan pemerintah setiap tahunnya. Bayangkan anggaran yang disediakan sebesar Rp 220 triliun, tetapi masih saja banyak anak yang tidak sekolah dan banyak gedung yang rusak. Seharusnya dengan dana sebesar itu seluruh anak didik sudah bisa sekolah dengan baik dan nyaman.
Akibat dari kemiskinan dan kebodohan, keterbelakangan masyarakat masih menjadi moziak di negara ini. Dan mestinya kita malu karena  pekerjaan rumah yang dikerjakan oleh Boedi Oetomo seabad yang lalu masih kita kerjakan saat ini. Kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan masyarakat belum beranjak dari rumah besar Indonesia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar