Pendidikan dan kebangkitan nasional adalah satu kesatuan yang utuh, dimana suatu bangsa tidak akan bisa bangkit kesadaran nasionalnya dan kesadaran berbangsanya jika tidak ditopang dengan pendidikan yang memadai. Karena pada dasarnya lahirnya kebangkitan nasional disuarakan oleh orang-orang yang terdidik.
Pendidikan karakter atau National caracter building merupakan salah satu hal penting bagi dunia pendidikan nasional saat ini. Caracter building tidak hanya untuk membangun karakter pribadi berbasis kemuliaan semata, tetapi secara bersamaan juga bertujuan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa, yang bertumpu pada kecintaan tehadap bangsa dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara. Dan juga pendidikan yang mampu memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai suatu bangsa.
Namun apakah national caracter building tersebut bisa diimplementasikan secara optimal, jika pada kenyataannya banyak anak yang putus sekolah. Bagaimana generasi kita bisa berpendidikan karakter jika cikal bakal dari generasi tersebut bayak yang putus sekolah. Sebagai contoh, tercatat sekitar 1.000 anak di Provinsi Kaltim putus sekolah setiap tahunnya. Penyebab utamanya karena kesulitan ekonomi baik yang tidak punya dana untuk membeli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah. Dan jumlah anak yang tidak sekolah di seluruh Kaltim saat ini tercatat sekitar 15.000 orang.
Dan masalah lain yang juga menghambat terbentuknya pendidikan karakter ini adalah banyaknya gedung-gedung sekolah yang dalam keadaan rusak berat. Karena pada kenyataannya saat ini masih banyak gedung sekolah yang mengalami kerusakan cukup berat, dan harus segera direnovasi. Di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur misalnya, terdapat 250 gedung Sekolah Dasar (SD) yang mengalami rusak berat yang hingga saat ini tidak tersentuh renovasi.
Lalu kemana sajakah aliran dana yang diberikan pemerintah Rp 220 triliun setiap tahun untuk anggaran pendidikan tersebut. Seharusnya dengan dana sebesar itu seluruh anak didik sudah bisa sekolah dengan baik dan nyaman.
Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah terlebih dahulu menyikapi persoalan-persoalan yang menghamabat efektifitas dari keberhasilan national caracter building tersebut. Tentu hal tersebut jika diutamakan akan semakin menunjang keberhasilan untuk mencetak generasi berpendidikan karakter. Karena sarana dan prasarana yang mendukung efektifitas caracter bulding tersebut sudah terpenuhi.
Dan bangsa pun akan bangkit dengan sendirinya seiring dengan bangkitnya generasi yang berpendidikan karakter, generasi yang berkarakter orisinil, yakni generasi yang tangguh, cerdas, cinta tanah air sekaligus santun dan penuh kasih sayang. Dan juga generasi yang mempunyai jati diri, identitas dan karakter sebagai suatu bangsa.